June 17, 2024

Per Januari 2022, Aset Industri BPR-BPRS Capai Rp 184 Triliun dan Salurkan Kredit Rp 128 Triliun

Pandemi Covid 19 yang telah menerjang Indonesia sejak Maret 2020, telah memberikan dampak yang signifikan terhadap hampir seluruh sektor yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, kinerja Industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) tetap tumbuh positif. Berdasarkan indikator kinerja pada Januari 2022 yang diketahui aset industri BPR–BPRS mencapai Rp 184 triliun atau tumbuh sebesar 8,85 % , kredit/pembiayaan yang disalurkan oleh BPR–BPRS mencapai Rp 128 triliun atau tumbuh 6,05 % sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp 128 triliun atau tumbuh 10,49 % .

"Sejauh ini, Industri BPR BPRS telah melayani nasabah sebanyak 18 juta rekening, mayoritas nasabah adalah para pelaku UMKM dan masyarakat yang berada di pedesaan," kata Joko Suyanto, Ketua Umum Perbarindo dalam keterangannya, Senin (23/5/2022). Selama pandemi, industri BPR – BPRS tetap hadir di tengah masyarakat, membantu masyarakat yang terdampak dengan program restrukturisasi, mengusulkan untuk menerima subsidi bunga dari Pemerintah dan terus melakukan pendampingan, edukasi serta literasi keuangan kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Joko menambahkan, di hari BPR BPRS Nasional diperingati setiap tanggal 21 Mei, menjadi momentum bagi pelaku industri BPR BPRS untuk meningkatkan keberadaan, kiprah, peran dan manfaat Industri BPR BPRS dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya Perekonomian Indonesia untuk menuju masyarakat yang sejahtera.

Hari BPR – BPRS Nasional diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia, peringatan dilakukan dengan meramaikan jagad maya melalui media sosial yang dimiliki oleh Perbarindo, BPR, BPRS, Pengurus, Karyawan, Masayarakat, Regulator dan Pihak Lainnya. Kegiatan yang dilakukannya pun beragam yaitu doa bersama, santunan Anak Yatim, bakti sosial dan pembagian sembako bagi masyarakat di sekitar kantor BPR – BPRS. “Kita patut bersyukur karena pandemi mulai landai, aktivitas masyarakat terus meningkat, ekonomi terus menggeliat dan BPR – BPRS mulai bangkit,” katanya.

Heru Kristiyana, anggota DK OJK/Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan, tantangan yang dihadapi semakin beragam, diantaranya pandemi yang belum berakhir, pengembangan teknologi yang semakin cepat, persaingan yang semakin ketat. "Insan BPR – BPRS bersama dengan Regulator dan pemangku kepantingan, berkolaborasi guna menjawab tantangan diatas, dengan melakukan konsolidasi, penguatan permodalan, tata Kelola semakin baik," katanya. Ketua DK LPS, Purbaya Yudhi Sadewa mengajak untuk terus berkarya melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat hingga pelosok tanah air untuk mewujudkan ekonomi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *